I K L A N

Serangan Terkoordinasi Lumpuhkan Kantor Polisi Pusat dan SAMSAT

05 Mar 2026
ENTERTAIMENT
KEJADIAN
KRIMINAL

Kota - Dua hari setelah penangkapan Matteo yang disebut sebagai gembong atau bandar senjata, terjadi serangan besar yang menargetkan dua fasilitas kepolisian, yaitu Kantor Polisi Pusat dan Kantor SAMSAT. Menanggapi situasi tersebut, aparat segera melakukan pengamanan dengan membagi personel ke dalam dua tim yang terdiri dari kepolisian, sheriff, tenaga medis PMU, serta wamil dari EMS. Komando utama operasi berada di bawah Axel Foley. Pengamanan di Kantor Polisi Pusat dipimpin oleh Mayor Kevon bersama Kapten Elwendy, sementara di SAMSAT dipimpin oleh Mayor Leon dan Kepel 2 APN. Barikade pertahanan dibangun menggunakan kendaraan dinas, garis polisi, serta fasilitas pendukung lainnya.

Serangan pertama dilaporkan terjadi di area parkiran belakang Kantor SAMSAT. Kelompok penyerang berasal dari beberapa kelompok, di antaranya WT, GHO, serta sekelompok orang yang mengenakan pakaian putih dengan celana oranye. Situasi dengan cepat berubah menjadi baku tembak antara penyerang dan aparat keamanan. Dalam insiden tersebut, sekitar 30 hingga 40 personel yang bertugas di SAMSAT dilumpuhkan, termasuk sejumlah tenaga medis. Serangan di lokasi tersebut berlangsung sekitar 30 hingga 60 menit hingga akhirnya pertahanan SAMSAT dinyatakan tidak dapat dipertahankan.

Setelah melumpuhkan pertahanan di SAMSAT, kelompok penyerang bergerak menuju Kantor Polisi Pusat. Penyerangan di lokasi ini berlangsung hampir dua jam dan diwarnai berbagai aksi kekerasan, seperti pembakaran, ledakan, serta perusakan sejumlah fasilitas bangunan dan helikopter milik kepolisian. Kerusakan berat terjadi di beberapa bagian markas akibat intensitas serangan yang berlangsung cukup lama.

Sebelum penyerangan besar terjadi, diketahui telah berlangsung aksi penculikan dan penyanderaan di beberapa lokasi, antara lain Balai Kota, bengkel ICG, serta rumah sakit. Dalam situasi yang semakin genting, kepolisian sempat melakukan negosiasi dengan Matteo agar serangan dapat dihentikan. Demi menyelamatkan para sandera serta menghindari jatuhnya korban dari kalangan warga sipil, pimpinan kepolisian akhirnya memutuskan untuk melepaskan Matteo.

Sekitar pukul 01.30 dini hari, Kantor Polisi Pusat dinyatakan lumpuh total. Kepolisian menegaskan bahwa Matteo kini menjadi target prioritas tertinggi karena dinilai sangat berbahaya dan mampu menggerakkan massa untuk melakukan serangan. Meski kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta akibat kerusakan berbagai aset, data kriminal dipastikan tetap aman karena tersimpan di server. Sejumlah fasilitas penting seperti brankas dan armory juga masih berhasil diamankan. Sementara itu, pelayanan administrasi kepada masyarakat tetap berjalan normal dari beberapa titik operasional kepolisian yang masih aktif.

(Red/Albert)
Journalist: Albert & Bahar
Thumbnail: Clemira
Editor: Albert


Komentar (3)


Mantan Polisi
13 Mar 2026

ternyata aparat kita gak ehebat yang kita bayangkan. Gimana rakyat mau percaya kalau aparatnya lemah


Rakyat kota sebelah
13 Mar 2026

Gunstore kota aja tinggal tiangnya di bredet apa kabar. mati aja luuu mattteo bikin susah aja satu kota. bangun fasilitas untuk umum di hancurkan emang pakai duit daun


Rocky Gerung
07 Mar 2026

Dari kejadian ini dapat diambil pelajaran bahwa sistem keamanan di kota indopride masih lemah. Matteo sekarang dapat bergerak bebas melakukan kejahatan, walaupun polisi berhasil menyelamatkan tawanan dan dapat apresiasi atas kerendahan hatinya. Namun kejadian ini harus menjadi pembelajaran bagi kepolisian untuk memperkuat personil dan persenjataannya.


IKLAN