I K L A N

Kepolisian, Pengadilan, dan Pemerintah Kota Ambil Langkah Akhir Terhadap ESB

27 Feb 2026
KEJADIAN
KRIMINAL

KOTA — Pada 26 Februari 2026, Kepolisian bersama Pemerintah Kota dan Pengadilan resmi mengambil langkah tegas terhadap kelompok ESB setelah serangkaian dugaan tindak kriminal berat yang dinilai telah melewati batas toleransi. Tindakan tersebut berupa pembekuan atribut organisasi serta penyegelan Lapangan Basket yang dijadwalkan dieksekusi setelah ultimatum 1x24 jam tidak diindahkan.

Perwakilan aparat menjelaskan, terdapat empat pelanggaran fatal yang menjadi sorotan utama: dugaan perampasan baret milik Joenathan Montana, pemalakan terhadap Mavis, penculikan serta pemaksaan penanaman dan pencekokan bahan ilegal terhadap Gricella O Prakasa, hingga penembakan terhadap anggota kepolisian di belakang Markas Besar Kepolisian. Rentetan kasus tersebut disebut melibatkan sedikitnya tiga perwira tinggi dan dianggap sebagai eskalasi serius terhadap aparat negara.

Menurut keterangan lanjutan dari pihak kepolisian, peningkatan aktivitas kriminal ESB telah terdeteksi sejak akhir Januari dan semakin intens memasuki pertengahan Februari, termasuk aksi penembakan terhadap polisi di jalan serta pembegalan. Aparat sempat menangkap beberapa figur yang disebut sebagai pentolan kelompok, termasuk Malada, serta memberikan kesempatan 2x24 jam untuk menyerahkan tersangka lain sesuai lima poin tuntutan resmi.

Namun hingga batas waktu terakhir, tidak ada itikad baik yang ditunjukkan. Situasi bahkan memanas dengan terjadinya aksi penyanderaan yang memaksa aparat memprioritaskan keselamatan sandera dan melakukan negosiasi. Meski tuntutan sempat diminta untuk dicabut demi keselamatan korban, kepolisian menegaskan proses hukum tetap berjalan dan eksekusi pembekuan atribut serta penyegelan Lapangan Basket ESB akan tetap dilaksanakan sebagai bagian dari tahap akhir penindakan.

(Red/Bahar Supremacy)
Journalist: Bahar, Clemira
Thumbnail: Clemira
Editor: Bahar


Komentar (0)


Tidak Ada Komentar

IKLAN