I K L A N

Penggerebekan Black Market Senjata, Polisi Ledakkan Bangunan Gunstore Tol Kanan

11 Apr 2026
KEJADIAN
KRIMINAL

KOTA — Operasi kepolisian berhasil mengungkap aktivitas pasar gelap (black market) yang berfokus pada transaksi senjata ilegal dan amunisi di lokasi Gunstore Tol Kanan. Penindakan ini berawal dari informasi intelijen rahasia yang diterima pada tanggal 7, yang menyebutkan bahwa tempat tersebut masih beroperasi meskipun sebelumnya telah lama ditutup karena sering digunakan untuk transaksi ilegal. Berdasarkan informasi tersebut, Unit SAKTI diturunkan untuk melakukan pengintaian guna memastikan kebenaran laporan.

Dalam proses pengintaian, petugas menemukan adanya aktivitas mencurigakan berupa beberapa kelompok serta kendaraan, termasuk truk box yang diduga digunakan untuk mengangkut barang ilegal. Bukti kuat berupa dokumentasi foto berhasil diamankan, yang menunjukkan adanya box berisi senjata api, kelompok-kelompok yang sedang bertransaksi, serta karung berisi uang dengan nomor seri yang bukan berasal dari mata uang Indopride. Hal ini mengonfirmasi bahwa lokasi tersebut masih aktif digunakan sebagai tempat transaksi ilegal.

Namun, saat proses pengintaian berlangsung, pihak pelaku menyadari keberadaan aparat sehingga situasi menjadi tegang. Terjadi penyanderaan terhadap beberapa warga dan anggota kepolisian sebagai upaya defensif dari para pelaku. Meskipun demikian, seluruh sandera berhasil diselamatkan dengan aman oleh pihak kepolisian tanpa korban jiwa.

Sebagai langkah tegas, pimpinan kepolisian memerintahkan seluruh unit untuk merubuhkan bangunan tersebut menggunakan bahan peledak jenis C4. Dalam penggerebekan, bangunan ditemukan dalam keadaan kosong, namun terdapat sejumlah senjata ilegal di dalamnya. Barang bukti tersebut kemudian dikumpulkan sebelum dilakukan pemusnahan. Saat proses pemasangan bahan peledak berlangsung, sekitar 30 orang dari kelompok terkait datang dan menolak pembongkaran, bahkan sempat memberikan ultimatum kepada aparat.

Pihak kepolisian tetap melanjutkan operasi meskipun mendapat tekanan. Setelah batas waktu yang diberikan berakhir, bangunan tersebut diledakkan hingga rata dengan tanah. Suara ledakan memicu perlawanan dari kelompok yang berada di sekitar lokasi, yang kemudian berujung pada baku tembak. Dalam kondisi tersebut, aparat memutuskan untuk menarik mundur pasukan demi menghindari risiko lebih besar, sehingga para pelaku berhasil melarikan diri.

Sebagai tindak lanjut, kepolisian menegaskan akan terus melakukan pengawasan dan investigasi terhadap kemungkinan munculnya kembali aktivitas serupa di lokasi lain. Unit SAKTI bersama jajaran kepolisian berkomitmen untuk memberantas peredaran senjata ilegal dan tidak memberikan ruang bagi praktik black market. Hingga saat ini, penyelidikan terkait asal-usul senjata serta jaringan pemasok masih terus dilakukan guna mengungkap pihak-pihak yang terlibat.

(Red/Arda Mahesa Diningrat)
Journalist: Mahesa, Tsaleem
Thumbnail: Tsaleem
Editor: Lana


Komentar (0)


Tidak Ada Komentar

IKLAN