Indopride Media Inc - Hubungan diplomasi antara Pemerintah Kota dan Roxwood kian berada di titik kritis. Sejumlah tindakan serta kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Roxwood dinilai secara langsung menimbulkan kerugian bagi Pemerintah Kota, baik dari sisi birokrasi, pelayanan publik, hingga keberlanjutan kerja sama antarinstansi.
Upaya meredam ketegangan sejatinya telah ditempuh. Tercatat dua kali pertemuan resmi antara Pemerintah Kota dan Pemerintah Roxwood, yang turut melibatkan unsur kabinet Roxwood. Namun, seluruh pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil dan gagal menemukan titik terang dalam menjaga hubungan diplomasi yang telah terjalin sebelumnya. Ketegangan semakin meningkat setelah pihak kabinet Roxwood mengklaim bahwa tindakan dan kebijakan yang diambil semata-mata untuk menjaga nama baik Roxwood. Pernyataan tersebut dinilai Pemerintah Kota sebagai sikap sepihak yang tidak mempertimbangkan dampak dan kerugian yang ditimbulkan terhadap Kota.
Menanggapi situasi tersebut, Walikota mengambil langkah cepat dengan menggelar pertemuan dadakan bersama seluruh pimpinan instansi Pemerintah Kota yang selama ini menjalin hubungan birokrasi dengan instansi Roxwood. Rapat tersebut difokuskan pada evaluasi menyeluruh hubungan kerja sama serta pembahasan arah kebijakan yang akan ditempuh Pemerintah Kota dalam menyikapi sikap pemerintah Roxwood ke depan. Sejumlah opsi strategis mulai dibahas, mulai dari peninjauan ulang pola kerja sama, pengetatan koordinasi lintas instansi, hingga kemungkinan pengambilan langkah diplomatik yang lebih tegas. Walikota menegaskan bahwa Pemerintah Kota tidak akan mengorbankan kepentingan daerah demi menjaga hubungan yang tidak lagi berjalan seimbang.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi lanjutan dari pihak Roxwood. Publik kini menanti keputusan Pemerintah Kota, di tengah kekhawatiran bahwa memanasnya hubungan ini dapat berdampak lebih luas terhadap stabilitas birokrasi dan pelayanan publik.
(Red/Indopride Media Team)