I K L A N

Teror Berdarah Berakhir Baku Tembak, Erlangga Kunchoro Tewas Ditembak

14 Feb 2026
KEJADIAN
KRIMINAL

Kota — Kepolisian membeberkan kronologi panjang kasus dugaan teror dan sabotase yang menyeret nama Erlangga Kunchoro, yang bermula pada 31 Januari 2026. Saat itu, anggota menerima telepon anonim yang mengarahkan pengecekan ke kantor pusat dan kantor unit. Di lokasi tersebut ditemukan tulisan berlumur darah serta barang haram di area sekitar, yang kemudian menjadi awal rangkaian penyelidikan intensif.

Penyelidikan berlanjut pada 2 Februari setelah pesan anonim kembali diterima disertai titik lokasi di belakang Pom Dino. Aparat menemukan sejumlah bangunan mencurigakan berisi sisa pembakaran sekitar 100 kilogram micin, kecubung dalam jumlah besar yang telah membusuk, peralatan elektronik, serta tong berisi darah binatang. Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan identifikasi sidik jari, seluruh barang bukti disebut mengarah kepada Erlangga Kunchoro sehingga berkas perkara dilimpahkan ke pengadilan.

Namun, Erlangga mangkir dari panggilan sidang pertama dan disebut menunjukkan sikap menantang dengan hanya bersedia hadir di luar jadwal resmi. Situasi memburuk pada 12 Februari 2026 ketika sebuah mobil Subaru menurunkan seorang korban dalam kondisi tak sadarkan diri di depan kampol pusat sebelum melarikan diri. Tak lama kemudian, Erlangga menghubungi penyidik dan mengklaim peristiwa tersebut sebagai “hadiah” bagi kepolisian, disertai pesan ancaman yang menyatakan telah melepaskan tembakan di area pengadilan sebagai bentuk penolakan terhadap proses persidangan.

Atas dasar ancaman serius serta indikasi teror terhadap institusi penegak hukum, diterbitkan surat perintah penangkapan. Operasi gabungan Sakti dan Satba kemudian dibentuk, dengan salah satu penyidik bertindak sebagai umpan karena memiliki kedekatan sebelumnya dengan pelaku. Pertemuan diarahkan ke sebuah kapal di koordinat yang telah ditentukan, yang diduga sebagai upaya pelarian dari kota.

Saat tim gabungan bergerak melakukan penindakan, penyidik sempat ditodong dan dijadikan sandera sebelum berhasil melepaskan diri, memicu terjadinya baku tembak. Dalam insiden tersebut, Erlangga Kunchoro dilumpuhkan dan sempat mendapatkan pertolongan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Mount Zonah. Pihak kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan menegaskan bahwa seluruh rangkaian tindakan dilakukan sesuai prosedur penegakan hukum atas ancaman teror yang dinilai membahayakan institusi dan keselamatan publik.

(Red/Bahar Supremacy)
Journalist: Bahar,  Clemira
Thumbnail: Bahar
Editor: Bahar


Komentar (0)


Tidak Ada Komentar

IKLAN