Indopride Media Inc — Penyanderaan di Rumah Sakit Mount Zonah, yang terjadi pada Selasa, 27 Januari 2026, dipicu oleh krisis kelangkaan perban medis yang dialami warga dan tenaga kesehatan. Aksi tersebut dilakukan oleh kelompok GBMC, yang menyatakan bahwa motif utama penyanderaan atau penahanan adalah untuk memaksa penyediaan perban medis dalam jumlah tertentu. Kelompok ini menilai rumah sakit dan fasilitas kesehatan tidak mampu memenuhi kebutuhan akibat keterbatasan bahan baku, yang sebagian hanya tersedia dari Pulau Cayo.
Dalam proses negosiasi, berlangsung komunikasi intens antara pihak rumah sakit, tenaga medis, dan perwakilan EMT dengan pelaku terkait jumlah perban yang dibutuhkan, perhitungan biaya, serta mekanisme pengadaan dan pengiriman. Sejumlah kebingungan dan koreksi berulang muncul terkait nominal pembayaran dan kuantitas barang, mencerminkan lemahnya koordinasi serta minimnya kejelasan data di lapangan. Meski demikian, akhirnya disepakati skema pembayaran dan rencana pemesanan perban untuk mencegah krisis serupa terulang.
Selain tuntutan pemenuhan perban medis, pelaku juga meminta fasilitas transportasi milik EMT berupa helikopter dan kendaraan darat sebagai sarana mobilisasi dan untuk meninggalkan lokasi. Permintaan tersebut disertai tekanan emosional serta ancaman eskalasi apabila tuntutan tidak dipenuhi, yang semakin menegaskan situasi genting selama proses negosiasi berlangsung.
Secara keseluruhan, peristiwa ini menunjukkan adanya tantangan serius dalam pemenuhan pasokan medis. Dinamika di lapangan memperlihatkan bagaimana keterbatasan logistik, perbedaan informasi, dan kecepatan respons dapat memicu ketegangan yang berujung pada eskalasi konflik.
(Red/Bahar Supremacy)
Journalist: Bahar, Mahesa
Thumbnail: Bahar
Editor: Bahar