I K L A N

Salah Tuduh Berujung Fatal, Kini Duwayy X Starkins Dinyatakan Bersih dari Kasus

19 Mar 2026
ENTERTAIMENT
KEJADIAN

KOTA - Sebuah insiden serius akibat laporan palsu mengguncang lingkungan kota setelah seorang warga bernama Adita Maharani mengakui telah memberikan keterangan tidak benar yang berujung pada hukuman berat terhadap warga lain yang tidak bersalah.

Peristiwa ini bermula pada 11 Maret di Balai Kota. Saat itu, Adita Maharani tengah berada di lokasi bersama Duwayy X Starkins. Dengan niat awal hanya bercanda dan mengisengi rekannya, Adita menyampaikan laporan kepada petugas kepolisian yang sedang berjaga, dengan mengatakan telah terjadi kerusuhan dan penusukan yang dilakukan oleh Duwayy. Meskipun Duwayy saat itu langsung membantah dan menjelaskan bahwa hal tersebut hanyalah candaan, situasi di lapangan yang serius serta respons tegas dari petugas membuat Adita merasa takut untuk mengakui kebohongannya. Alih-alih meluruskan keadaan, Adita justru terus meyakinkan pihak kepolisian bahwa kejadian tersebut benar-benar terjadi.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti secara serius oleh aparat. Akibatnya, Duwayy X Starkins yang tidak bersalah ikut diamankan dan diproses hukum hingga dijatuhi hukuman berat selama 240 bulan atas tuduhan terorisme terkait penusukan di Balai Kota. Beberapa waktu setelah kejadian, Adita mulai menyadari kesalahannya. Rasa bersalah yang mendalam, serta dampak besar yang ditimbulkan terhadap kehidupan korban, mendorongnya untuk memberanikan diri mengakui kebenaran. Ia mendatangi pihak kepolisian dan bertemu dengan petugas bernama Bu Mitsuko untuk menyampaikan pengakuan serta meminta pemulihan nama baik Duwayy.

Namun, pihak kepolisian menyampaikan bahwa proses hukum terhadap Duwayy telah berjalan, sehingga tidak dapat langsung dihentikan. Upaya kemudian dilanjutkan melalui jalur EMS, namun diketahui bahwa status Duwayy telah dipindahkan sehingga proses menjadi lebih kompleks. Kasus ini akhirnya berlanjut ke pengadilan dan dilakukan proses mediasi antara kedua belah pihak. Dalam mediasi yang berlangsung, Adita secara resmi menyampaikan permintaan maaf kepada Duwayy X Starkins. Permintaan maaf tersebut diterima, namun dengan syarat Adita juga harus menyampaikan klarifikasi secara terbuka kepada publik. Selain itu, pengadilan juga telah mengeluarkan bukti resmi yang menyatakan bahwa Duwayy X Starkins tidak melakukan tindakan penusukan sebagaimana yang dilaporkan sebelumnya. Saat ini, EMS juga membutuhkan surat resmi dari pengadilan sebagai bukti tambahan untuk memulihkan status dan nama baik korban sepenuhnya.

Adita Maharani mengaku sangat menyesali perbuatannya. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak menyampaikan informasi palsu, terlebih dalam situasi yang melibatkan aparat penegak hukum. Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa candaan yang tidak pada tempatnya dapat berujung konsekuensi serius, bahkan merugikan pihak lain secara besar dan berkepanjangan

(Red/Albert  W Montana)
Journalist: Albert, Abel, Hanna & Mahesa
Thumbnail: Hanna
Editor: Albert


Komentar (0)


Tidak Ada Komentar

IKLAN